Penerapan Teknologi Pemantul Cahaya atau Reflektor untuk Meningkatkan Kewaspadaan Pengendara pada Jalur Minim Penerangan di Desa Kale Bentang
Keywords:
reflektor, retroreflektif, keselamatan lalu lintas, visibilitas, penerangan jalanAbstract
Minimnya penerangan pada sejumlah ruas jalan di Desa Kale Bentang, Kecamatan Galesong Selatan, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, berpotensi mengurangi visibilitas pengendara pada malam hari, terutama pada tikungan, perbatasan wilayah, dan tepi jalan yang memiliki kondisi lingkungan berisiko. Kegiatan pengabdian ini bertujuan menerapkan teknologi pemantul cahaya atau reflektor sebagai penanda visual tambahan pada jalur minim penerangan. Metode yang digunakan berupa rekayasa teknologi terapan dan eksperimen lapangan yang meliputi survei dan pemetaan titik rawan, pemilihan serta fabrikasi material, pemasangan reflektor, dan evaluasi lapangan. Reflektor dibuat menggunakan bambu berdiameter 3 inci dengan panjang 70 cm yang dilapisi retroreflective sheet tipe High Intensity Prismatic (HIP) berwarna merah dan kuning. Hasil pengamatan setelah pemasangan menunjukkan bahwa reflektor dapat terlihat ketika terkena sorotan lampu kendaraan dan membantu membuat titik pemasangan lebih mudah dikenali sebagai penanda posisi serta batas jalan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa reflektor dapat berfungsi sebagai teknologi pasif yang memberikan informasi visual tambahan tanpa membutuhkan pasokan listrik. Namun, kegiatan belum mengukur perubahan kecepatan kendaraan atau tingkat kecelakaan. Dengan demikian, reflektor dapat digunakan sebagai alternatif penanda visual tambahan pada ruas jalan dengan keterbatasan penerangan, dengan pemeliharaan berkala untuk menjaga kondisi dan kemampuan pantulnya.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

