Transformasi Digital UMKM Desa melalui Adopsi QRIS: Pendampingan Literasi Keuangan Digital KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 di Bulukumba
Keywords:
QRIS, UMKM desa, literasi keuangan digital, pendampingan, KKNAbstract
Digitalisasi pembayaran berpotensi memperluas pilihan transaksi dan mendukung integrasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ke dalam ekosistem keuangan digital. Namun, pelaku UMKM di Desa Bulolohe, Kecamatan Rilau Ale, Kabupaten Bulukumba, masih menghadapi keterbatasan literasi digital, kekhawatiran terhadap keamanan transaksi, dan persepsi bahwa pendaftaran serta penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sulit dilakukan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendampingi pelaku UMKM agar memahami dan mencoba QRIS sebagai alternatif pembayaran digital. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UIN Alauddin Makassar Angkatan 79 pada masa KKN tahun 2026 dengan pendekatan partisipatif. Tahapan kegiatan meliputi observasi dan pemetaan UMKM, edukasi literasi keuangan digital dan keamanan transaksi, pendampingan pendaftaran serta simulasi QRIS, dan evaluasi melalui observasi, wawancara sederhana, dokumentasi, serta catatan pendampingan. Naskah melaporkan perubahan pada grafik adopsi QRIS dari 24% pada fase akses/pendaftaran dan 8% pada fase transaksi aktif harian sebelum pendampingan menjadi 78% dan 54% setelah KKN. Grafik juga mencantumkan angka pembanding wilayah perkotaan sebesar 88% dan 72%; dasar pengukuran dan sumber data pembanding tersebut belum dijelaskan dalam naskah. Secara kualitatif, kegiatan dilaporkan membantu pemahaman manfaat QRIS dan verifikasi pembayaran. Pendampingan langsung dapat menjadi pendekatan pemberdayaan yang relevan, tetapi keberlanjutan penggunaan perlu dipantau setelah kegiatan berakhir.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

