Pendekatan Partisipatif dalam Edukasi Anti-Perundungan melalui Pemetaan Persepsi Siswa di SD Inpres Songkolo
Keywords:
edukasi anti-perundungan, pendekatan partisipatif, sekolah dasar, pemetaan persepsi, suara siswaAbstract
Perundungan di sekolah dasar kerap dinormalisasi sebagai candaan sehingga pengalaman tidak nyaman siswa dapat terabaikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan untuk memberikan edukasi anti-perundungan sekaligus memetakan persepsi dan harapan siswa mengenai interaksi pertemanan di SD Inpres Songkolo. Pendekatan deskriptif-partisipatif digunakan dengan melibatkan 71 siswa kelas IV, V, dan VI. Edukasi dilakukan melalui penyampaian materi interaktif, tanya jawab, kuis, dan permainan pemetaan berbasis student voice. Pada dua sesi pemetaan, siswa menuliskan respons secara anonim pada sticky notes, kemudian respons dikategorikan secara multi-label dan dihitung secara deskriptif. Pada pemetaan perilaku tidak nyaman, terdapat 121 kemunculan kategori, dengan kategori verbal sebanyak 63 kemunculan (88,73%), fisik 41 (57,75%), dan sosial 17 (23,94%). Pada pemetaan harapan, terdapat 119 kemunculan kategori; harapan untuk dihargai mencapai 54 kemunculan (76,06%), diikuti keinginan diajak bermain 37 (52,11%), didengarkan 21 (29,58%), dan dibantu 7 (9,86%). Kegiatan menghasilkan peta suara siswa yang dapat menjadi bahan bagi sekolah dan wali kelas untuk menyusun kesepakatan kelas yang lebih inklusif dan ramah anak. Pendekatan dua arah ini memperkuat ruang partisipasi siswa dalam mengenali masalah dan merumuskan harapan pertemanan.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

