Pemanfaatan Lahan Kantor Desa melalui Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan Ketahanan Pangan di Desa Barugae
Keywords:
Pemanfaatan Lahan, Tanaman Obat Keluarga (TOGA), Ketahanan Pangan, PolybagAbstract
Desa Barugae, Kecamatan Bulukumpa, Kabupaten Bulukumba, memiliki lahan di lingkungan Kantor Desa yang belum dimanfaatkan secara optimal karena kondisi tanah tidak rata dan sangat kering. Permasalahan tersebut berkaitan dengan belum optimalnya pemanfaatan lahan publik desa sebagai ruang produktif yang dapat mendukung kemandirian kesehatan dan pangan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan memanfaatkan lahan Kantor Desa Barugae melalui pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) dan tanaman pangan menggunakan polybag dan rak bambu, sekaligus mendorong keterlibatan pemerintah desa dan masyarakat dalam pemeliharaannya. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Agustus sampai 11 September 2026 melalui observasi dan identifikasi kebutuhan, perencanaan, persiapan lahan dan media tanam, penanaman, pendampingan pemeliharaan, serta monitoring dan evaluasi. Data diperoleh melalui observasi, dokumentasi, dan komunikasi langsung, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan berupa area percontohan dengan 45 polybag yang berisi jahe, kunyit, kumis kucing, serai, seledri, daun bawang, dan kangkung, dilengkapi pagar dan rak bambu di halaman Kantor Desa Barugae. Kegiatan juga memperoleh respons positif dari pemerintah desa dan masyarakat serta dukungan untuk melanjutkan pemeliharaan tanaman. Program ini menunjukkan bahwa kombinasi polybag dan rak bambu dapat menjadi alternatif pemanfaatan lahan yang tidak rata dan kering. Keberlanjutan program diarahkan melalui pemeliharaan oleh pemerintah desa bersama perangkat desa dan masyarakat.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

