Penguatan Literasi Al-Qur’an melalui Pembinaan Tahsin dan Talaqqi bagi Santri TPA di Desa Malleleng, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba
Keywords:
literasi Al-Qur’an, tahsin, talaqqi, santri, TPAAbstract
Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan kemampuan dasar yang perlu diperkuat sejak dini. Observasi awal di TPA Nurussalam dan TPA As Syukur, Desa Malleleng, menunjukkan bahwa kemampuan membaca Al-Qur’an santri masih beragam. Sebagian santri yang telah berada pada tingkat bacaan lebih tinggi masih mengalami kesulitan mengenali dan melafalkan huruf hijaiyah dengan tepat. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan penguatan literasi Al-Qur’an melalui pembinaan tahsin dan talaqqi. Kegiatan bertujuan memperkuat kemampuan membaca Al-Qur’an, hafalan surah pendek dan doa harian, serta pengetahuan dasar keislaman santri. Kegiatan dilaksanakan pada 1–16 September 2026 dengan melibatkan 32 santri berusia 5–13 tahun dari TPA Nurussalam dan TPA As Syukur. Metode yang digunakan berupa pendampingan partisipatif melalui pembelajaran klasikal, pembacaan Al-Qur’an secara individual, tahsin, talaqqi, hafalan, pembagian halaqah, ceramah, dan tanya jawab. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil kegiatan menunjukkan antusiasme santri dalam pembelajaran, keberanian sebagian santri untuk membaca di hadapan pengajar, serta perkembangan hafalan surah dan doa secara bertahap. Perkembangan belum merata karena perbedaan kemampuan awal dan kehadiran yang tidak selalu konsisten. Pembinaan tahsin dan talaqqi dapat menjadi salah satu bentuk pendampingan untuk memperkuat literasi Al-Qur’an yang perlu dilanjutkan secara berkelanjutan oleh pengurus dan pengajar TPA.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

