Penerapan Pengelolaan Sampah melalui Penyediaan Sarana Penampungan dan Pembakaran Minim Asap di Desa Kayu Loe

Authors

  • Aliyah Nur Fuada Syam
  • A. Mukmin
  • Agiswa Auliafadila
  • Dhini Nackita Majid
  • Atikah Nasywa
  • Nur Aulia Haerun
  • Lutfiah
  • Ana Kurnia
  • Muh. Pauzan Saputra
  • Faqihul Islam
  • Nur Syamsiah

Keywords:

pengelolaan sampah, tempat sampah bambu, pembakaran minim asap, pengabdian masyarakat

Abstract

Pengelolaan sampah di Desa Kayu Loe, Kecamatan Bantaeng, Kabupaten Bantaeng, masih menghadapi keterbatasan sarana penampungan dan penanganan. Observasi dan wawancara awal menemukan praktik pembuangan sampah ke sungai serta pembakaran secara terbuka. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendukung pengelolaan sampah yang lebih terarah melalui penyediaan tempat penampungan dan tempat pembakaran minim asap. Kegiatan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR), dengan tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Persiapan dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan pemerintah desa serta warga. Pelaksanaan mencakup pembuatan tempat sampah berbahan bambu dan tempat pembakaran minim asap dari besi, bata ringan, semen, perekat, dan pasir. Evaluasi dilakukan melalui uji coba penggunaan sarana, pengamatan, serta wawancara setelah sarana selesai dibuat. Hasil kegiatan berupa tersedianya tempat sampah sebagai sarana penampungan awal dan tempat pembakaran untuk sampah tertentu yang sesuai untuk dibakar. Penggunaan sarana bersama masyarakat juga memberikan pengalaman langsung dalam penampungan, pemilahan, dan penanganan sampah berdasarkan jenis dan kondisinya. Namun, kegiatan tidak melaporkan pengukuran kuantitatif perubahan perilaku maupun emisi asap, sehingga efektivitas pengurangan asap belum dapat dipastikan secara terukur. Secara umum, penyediaan sarana yang menyesuaikan kebutuhan setempat dapat menjadi langkah awal untuk mengarahkan pengelolaan sampah masyarakat secara lebih teratur.

Downloads

Published

2026-10-15