Triangulasi Sumber Informasi Ketinggian Gunung Pangngalleang Toppa: Inovasi Mahasiswa KKN dalam Mendukung Pengembangan Desa Wisata Pakatto
Keywords:
triangulasi sumber, ketinggian gunung, akurasi informasi wisata, pengembangan desa wisata, service learningAbstract
Gunung Pangngalleang Toppa di Desa Pakatto, Kabupaten Gowa, merupakan destinasi wisata alam yang memerlukan informasi ketinggian yang dapat dipertanggungjawabkan. Pada papan informasi lama dan pemberitaan, ketinggian puncak dicantumkan 800 mdpl, tetapi sumber, alat, dan metode pengukurannya tidak dapat ditelusuri. Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan menelusuri dan membandingkan sumber informasi ketinggian, menetapkan nilai yang paling konsisten, serta memperbarui papan informasi di lokasi wisata. Kegiatan menggunakan pendekatan service learning dengan prinsip partisipatif dan dilaksanakan melalui empat tahap, yaitu persiapan, pra-pelaksanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Verifikasi dilakukan melalui wawancara terpisah terhadap enam aparat desa/pengelola menggunakan pertanyaan yang sama, kemudian jawaban dibandingkan satu sama lain dan diperiksa silang dengan informasi pada papan lama serta pemberitaan. Hasil triangulasi menunjukkan bahwa beberapa informan secara konsisten menyebut angka 368 mdpl, sedangkan angka 800 mdpl tidak dapat dijelaskan asal-usulnya oleh informan. Nilai 368 mdpl kemudian disepakati bersama pengelola dan dicantumkan pada papan informasi baru yang dibuat serta dipasang oleh tim KKN. Kegiatan memberikan dasar informasi yang lebih jelas bagi pengelola dan pengunjung, tetapi nilai tersebut tetap berstatus perkiraan warga dan bukan hasil pengukuran geodetik. Keberlanjutan kegiatan diarahkan pada verifikasi instrumental dengan alat ukur yang sesuai dan pemutakhiran papan informasi apabila diperoleh data yang lebih akurat.
Downloads
Published
Issue
Section
License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

